
Sejujurnya, kesan pertama yang saya tangkap ketika selesai membaca sekuel keempat Laskar Pelangi adalah novel ini tak lebih baik dari tiga novel pendahulunya. Sebab, dari judulnya saja tidak ditemui korelasi yang jelas dengan kandungan novel. Sepertinya hanya ingin membuat pembaca setia Tetralogi Laskar Pelangi penasaran dan bertanya-tanya siapa Maryamah Karpov itu. Pun demikian, secara garis besar, novel ini terasa tuntas, Ikal telah menemukan sesuatu yang mampu mengisi lubang di hatinya: A Ling. Meskipun masih dengan kepawaiannya, Andrea Hirata membebaskan pembaca untuk menebak apa yang akan terjadi setelah Ikal membawa lari dengan A Ling.
Kemudian, muncul semacam keraguan dalam benak saya. Benarkah cerita sepulangnya Ikal dari Prancis itu benar-benar kisah nyata? Pasalnya saya menemui beberapa kejanggalan yang mengganggu dalam novel itu. Misalanya, ketika Ikal mengumpulkan uang untuk membuat perahu. Sebagai seorang master dari Sorbone, sungguh naas jika kemudian dia harus bekerja kasar demi mengumpulkan uang. Seolah-olah Andrea hanya ingin mengesankan betapa gigihnya Ikal dalam mengejar A Ling. Tidak hanya itu, Ikal memberi nama perahunya Mimpi-Mimpi Lintang untuk menghormati sahabatnya rasanya sesuatu yang tak masuk di akal. Mana mungkin seorang Ikal yang notabene seorang berpendidikan tinggi mengabaikan nilai historis sebuah perahu yang telah karam ratusan tahun. Malah, saya setengah tidak percaya tentang ‘misi’ mengangkat dan make over perahu. Ini seperti cerita dongeng!
Andrea tentunya tak lupa menyisipkan unsur-unsur humor dalam ceritanya. Menariknya, kelakar-kelakar itu bersumber dari kearifan lokal masyrakat Belitong. Coba simak nama-nama unik berikut: Mahmuddin Berita Buruk, mendapatkan nama belakang seperti itu lantaran pekerjaannya sebagai tukang menyiarkan berita kematian lewat toa. Atau Marhaban Hormat Grak karena kebiasaannya menjadi komandan pasukan baris-berbaris di acara tujuh belasan, serta lebih banyak lagi nama-nama kocak lainnya. Juga taruhan-taruhan untuk keberhasilan Ikal yang terdengar ekstrim tapi menggelitik. Tentang sakit gigi (yang sebenarnya sepele) menjadi begitu jenaka pula di tangan Andrea. Mahar dan Tuk bayan Tula tak ketinggalan membuat kita menyunggingkan senyum di bibir.
Lepas dari itu semua, banyak pelajaran yang bisa kita petik dari novel setebal 204 halaman ini. Tentang kegigihan dalam mengejar mimpi, hubungan anak-orang tua, interaksi sosial, kepercayaan keapada dunia mistik dan tentang persahabatan. Saya ingin menggaris bawahi pelajaran terakhir, tentang persahabatan. Betapa dalam cerita itu, persahabatan Laskar Pelangi telah lulus diuji waktu. Sebuah cinta yang dibangun ketulusan hati, bukan materi. Suatu hal yang semakin langka di jaman seperti ini. Oleh karena itu, bagi yang mengaku penggemar berat Andrea Hirata dan kolektor karya sastra sayang sekali jika melewatkan novel yang satu itu. Karya pamungkas Andrea Hirata yang sarat nilai-nilai kehidupan. Selamat membaca dan meniti hikmah.
Maryamah Karpov: Realita atau Dongeng?
Kamis, 04 Februari 2010
Diposting oleh
dina & karina
di
05.22
0
komentar
Label: Esai
MENGHUJAM AKAR
Ibrahim-ku Abraham-mu
Yusuf-ku Joseph-mu
Ya’qub-ku Jacob-mu
Musa-ku Moses-mu
Daud-ku David-mu
Ishaq-ku Isaac-mu
‘allaihummassalam…
Oleh al-Quran Sinagog dijaga
Masjid dihormati Taurat juga
Taurat bicara soal kedamaian
Keadilan maktub di al-Quran
Siapa pula membiarkan
Darah terus berkucuran?
Simpan itu senjata pemusnah masa
Henti bunuhi manusia tiada berdosa
Sambit nestapa
Sambut merdeka
Luruh penindasan
Rengkuh kebebasan
Diposting oleh
dina & karina
di
05.14
0
komentar
Label: Puisi
Topeng Bakmi
Akhirnya kutemukan juga kos-kosan yang cocok. Di Jogja, kota seribu sekolah ini, sungguh sulit mencari kos-kosan yang memenuhi kriteria. Murah, nyaman, dan dekat dengan kampus adalah kriteria utamaku. Dan inilah kos-kosan Moro Marem yang dikelola oleh Kang Juned. Seorang duda yang ditinggal mati istrinya.
Moro Marem terletak tidak jauh dari kampusku. Jaraknya sekitar 500 meter. Jalan kaki sepuluh menit atau naik sepeda lima menit pastilah sampai. Selain dekat dengan kampus, Moro Marem juga dekat dengan pusat perbelanjaan, warnet dan toko buku. Hal ini tentu sangat memudahkanku untuk belajar di kota ini.
Hari pertama di Moro Marem sungguh melelahkan. Menata barang bawaan, memasang kasur, membersihkan kamar dan seabrek kegiatan yang lain sangat menguras tenaga. Namun, kelelahan itu seakan sirna setelah aku berkenalan dengan Fuad, teman sekamarku. Mahasiswa Sospol asal Jakarta itu memang full humor. Bayangkan saja, saat pertama kalinya berkenalan sudah mengajak main tebak-tebakan.
“Hei kawan, Siti Nurhaliza telanjang di tengah jalan kelihatan apanya?”
“Ya, kelihatan itunya,” jawabku asal-asalan.
“Hu...ngeres aja pikirannya. Ya kelihatan bohongnya, bego lu.”
Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya. Sedangkan Fuad tertawa ngakak melihat kekalahanku. Begitulah selanjutnya, Fuad selalu berkelakar. Hal ini membuatku betah tinggal satu kamar dengannya.
Haripun merambat malam. Jam dinding di kamarku sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku masih setia membaca buku Grotta Azzura karya Sutan Takdir Alisyahbana. Mataku benar-benar sulit kupejamkan. Perut yang malam ini belum kuisi sedikitpun, membuatku tetap terjaga. Di Moro Marem masalah makanan memang di luar tanggungjawab Kang Juned. Anak-anakpun harus mencari makan di luar. Oleh karena itu, malam ini aku sengaja menunggu penjual makanan yang lewat. Tak lama kemudian...
Dhok-dhok-dhok
Ada suara kentongan dipukul. Ah, pasti penjual bakmi keliling yang tadi sore diceritakan Kang Juned. Aku segera keluar kamar. Kupanggil penjual bakmi itu.
“Pak…bakmi, Pak,” panggilku.
“Iya dik,” jawabnya ramah. Lelaki berjenggot itu mengarahkan gerobaknya menuju Moro Marem. Ia pun menyalakan api.
“Bakmi goreng atau rebus?” tanyanya.
“Bakmi goreng” aku menjawab sambil berdiri di sampingnya. Tangan terampilnya mulai memasukkan bumbu-bumbu ke dalam wajan. Disusul telur, kemudian irisan daging ayam. Lalu dimasukkannya bakmi-bakmi itu.
“Adik anak baru ya di sini? Asalnya dari mana?” tanyanya sembari membolak-balikkan bakmi yang ada di wajan.
“Ya, saya anak baru di sini, asli dari Ponorogo”
“Ponorogo? jauh juga. Oh iya, nama adik siapa?”
“Bram, Bapak?”
“Prastomo, biasa dipanggil Pak Pras” jawabnya seraya memberikan sepiring bakmi goreng. Aromanya semakin membuat lapar perut.
“Berapa, Pak?”
“Lima ribu, Dik.”
Pak Pras pun pergi setelah mengucapkn terima kasih dan tersenyum lebar.
Gila! Enak nian bakmi goreng ini. Takjubku dalam hati belum juga hilang. Bakmi goreng buatan Pak Pras memang lain. Bumbunya pas sekali, apalagi irisan ayam dan telurnya, sungguh menggugah selera. Tak pernah kutemui bakmi goreng seenak ini di kotaku.
Akupun memutuskan untuk menjadi langganan tetap pak Pras. Bakmi goreng yang luar biasa lezat itu telah mencuri hatiku. Namun sayang, Pak Pras baru lewat Moro Marem sekitar jam sepuluhan, otomatis aku harus menahan lapar beberapa saat. Bukan masalah memang. Malam ini aku sengaja duduk di teras sambil menunggu Pak Pras lewat. Dan…
Dhok-dhok-dhok
Nah, itu dia, sorakku dalam hati. Suara kentongan pertanda pak Pras lewat terdengar juga. Aku lalu menghampirinya.
“Bakmi, Pak” pintaku.
“Oh…dik Bram tho, iya iya,” ia pun mulai membuat bakmi.
Aku menunggu di sampingnya. Sewaktu Pak Pras asyik menggoreng bakmi, ia mengajukan pertanyaan yang membuatku bingung.
“Dik Bram tahu tidak, rahasia lampu petromak yang tergantung di ujung gerobak itu?”
“Tidak tahu, memang artinya apa Pak?”
“Petromak ini layaknya manusia. Ketika gasnya penuh, api menyala terang. Sedang saat gasnya sudah habis, apinya akan redup dan redup”.
“Lalu apa hubungannya dengan manusia?”
“Begitu juga manusia, saat Tuhan memberi nikmat yang berlimpah, ia jauh dari-Nya. Merasa sombong, merasa besar. Dan bila nikmat itu telah dicabut, ia segera mendekat pada Tuhan seraya memohon-mohon”.
“O…begitu ya,” kagumku.
Pak Pras berlalu setelah menyerahkan sepiring bakmi goreng, juga setelah aku membayarnya. Kekagumanku terhadap Pak Pras semakin bertambah, tidak hanya kepada kelezatan bakmi gorengnya saja, tapi juga kata-katanya yang bijaksana dan penuh makna.
Sejak saat itu pak Pras selalu memberi nasihat-nasihat setiap aku membeli bakmi gorengnya. Seperti malam itu.
“Kalau Dik Bram lihat roda gerobakku itu, pelajaran apa yang bisa diambil?” tanya Pak Pras.
“Memangnya ada Pak?” aku tak paham.
“Oh ada, roda itu bagaikan nasib manusia, kadang di atas kadang di bawah. Kalau kau mau bergerak cepat pasti kau akan segera di atas. Namun, kalau kau bergerak lamban, selamanya kau akan di bawah,” jelasnya.
Malam berikutnya Pak Pras memberiku nasihat lagi. Saat aku mencoba mencicipi bakmi rebusnya.
“Dik Bram, coba kau perhatikan air yang mendidih di wajan itu,” kata pak Pras sembari memasukkan bakmi perlahan-lahan.
“Rakyat kecil yang tertindas juga begitu. Bila mereka dibuat panas mereka juga akan mendidih, juga akan meletup. Itu pasti,” tukasnya mantap.
Aku hanya mengangguk-angguk saja. Toh aku juga tidak terlalu paham dengan perkataannya yang satu ini. Tapi aku yakin semua nasihatnya pasti bermanfaat. Pak Pras, Pak Pras pintar-pintar kok jadi penjual bakmi, ujarku dalam hati.
***
Siang ini matahari sangat tak bersahabat. Panasnya serasa membakar kepala. Membuat keringat sebesar biji jagung bercucuran. Hal ini membuatku tak betah berlama-lama di luar rumah.
Aku segera masuk kamar dan merebahkan diri di atas kasur. Kemudian Fuad yang baru pulang dari kampus masuk kamar pula. Wajahnya nampak bersemangat.
“Bram, besok lu mau ngikut demo kagak?” tanyanya sambil mengganti baju.
“Demo apa?” aku balik bertanya.
“Demo buat nurunin Pak Walikota yang ketahuan nilep dana pembangunan jembatan, nggak tanggung-tanggung 10 milyar cui. Ikutan kagak?”
“Nggak ah, besok aku banyak acara,” tukasku.
“Hu…dasar sok sibuk lu” Fuad kelihatan kecewa.
Zaman sekarang demonstrasi memang semakin menjamur saja, masalahnya pun beragam. Mulai dari penurunan pejabat korup, masalah sengketa tanah, sampai menuntut kenaikan gaji. Tetapi aku tak begitu peduli dengan itu semua. Biarlah mereka saja yang bergerak.
Pagi ini Fuad sudah kelihatan gagah. Celana levis belel dipadu dengan kemeja kotak-kotak khas demonstran nampak serasi dengan tubuhnya yang kerempeng. Di kepalanya terikat kain putih bertuliskan LAWAN KORUPSI! Sangar.
“Eh Bram, nanti kalau gue ditembak polisi waktu demo, kuburin gue dekat warungnya Bu Endang ya,” pintanya sebelum berangkat.
“Warungnya Bu Endang? Memangnya kenapa?” aku bingung.
“Biar gue bisa liat si Rina tiap hari, itu lho anaknya Bu Endang yang asoi geboi,” Fuad tertawa terbahak-bahak sambil keluar kamar.
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya. Sifatnya yang satu ini belum juga hilang. Satu hal yang membuatku bingung. Orang macam Fuad begini, apa yang mau dilakukannya waktu demo nanti. Mau melawak kali.
Huh, mau melawak kek, mau teriak-teriak kek, yang penting demo kali ini berhasil. Bisa menurunkan Pak Walikota yang tak tau diuntung itu. Masak sudah digaji besar ole negara, masih bisa-bisanya makan uang rakyat. Rakus nian!
Malam menjelang. Akupun melakukan hal-hal yang sama seperti sebelumnya. Menunggu Pak Pras. Menanti suara kentongan yang khas itu.
Sambil menunggu aku sempatkan membaca roman klasik karangan Abdul Muis berjudul Salah Asuhan. Daripada melamun tak jelas.
Sudah satu jam aku menunggu. Tapi Pak Pras belum juga muncul. Aku mulai gelisah. Perutku juga semakin keroncongan. Jangan-jangan hal buruk terjadi padanya. Ah, tidak mungkin.
Tiba-tiba Fuad datang dengan terhuyung-huyung, jalannya terpincang-pincang, keningnya berdarah. Aku jadi bingung.
“Ada apa, Ad?” tanyaku.
“Wah, demonya kacau!” Fuad penuh emosi.
“Kacau bagaimana?”
“Demonstrannya ngamuk, kantor Walikota diporak-porandakan, aparatnya tak mau kalah pula. Pokoknya ngeri!”
Aku kaget setengah mati. Demo yang kelihatannya aman-aman saja itu, ternyata bisa kacau juga. Pfuh… kapan Indonesia mau maju kalau orangnya hanya bisa berantem dan berantem,” keluhku dalam hati.
Setelah berganti pakaian Fuad menanyaiku.
“Oh ya Bram, Pak Pras tidak jualan kan?”
“He eh, dari tadi kutunggu tidak datang-datang”.
“Pak Pras ditangkap polisi, Bram!”
Petir seakan menyambar. Aku tersentak.
“Apa?! Ditangkap polisi?”
“Iya, Pak Pras dituduh sebagai provokator kerusuhan. Orasi yang beliau berikan disinyalir kuat penyebab kebrutalan massa.” jelas Fuad.
Mulutku ternganga. Pak Pras? Provokator?!
Diposting oleh
dina & karina
di
05.06
0
komentar
Label: Cerpen
Program Boarding School
Program Boarding School adalah jawaban atas kegelisahan masyarakat akan rendahnya daya saing lulusan madrasah aliyah dalam perebutan kursi di PTN umum ternama baik melalui jalur beasiswa maupun jalur tes. Program ini menekankan pendalaman materi-materi dasar keilmuan (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, bahasa Inggris dan Komputer), yang dalam prosesnya dipersiapkan khusus untuk menjuarai even-even olimpiade. Ruh keagamaan tetap dipertahankan dalam amaliah-amaliah dan sunnah asrama. Keseimbangan dalam kompetensi keagamaan dan keilmuan menjadi dasar pemikiran (paradigma) program ini, sehingga ke depannya peserta didik diharapkan memiliki kapabilitas yang memadai dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah bersinergi dengan wahyu-wahyu illahiah. Sehingga siap berperan sebagai intelektual muslim dalam kancah dakwah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Labirin yang menyelimuti antara madrasah aliyah dengan prestasi akademik tinggi itu mulai terbuka dengan munculnya Program Boarding School. Adalah Jahja Umar, Ph.D (Dirjen Mapendais Depag Pusat, sebelumnya kolega Prof Noeng Muhadjir di Diknas Pusat) yang membuka portal tersebut melalui SK Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam RI Nomor : DJ.II/561.B/2005 tentang peningkatan mutu lulusan Madrasah Aliyah, sekaligus sebagai momentum berdirinya sembilan Program Boarding School di seluruh Indonesia antara lain di : Sumsel 1 buah, Sumut 1 buah, Kaltim 1 buah, Jabar 1 buah, Jateng 2 buah, Jatim 2 buah, Sulsel 1 buah, yang salah satunya adalah MAN 1 Surakarta. Bersamaan dengan itu ditandatangani MoU dengan PTN-PTN ternama (UI, IPB, ITB, UGM, ITS dan seluruh UIN di Indonesia) untuk mengakomodasi lulusan madrasah aliyah yang betul-betul qualified dan terseleksi secara fair untuk masuk ke jurusan-jurusan favorit dengan skema beasiswa akademik. Satu paket dengan MoU tersebut juga menyangkut kelanjutan studi para guru berupa beasiswa program S2 di PTN-PTN tersebut .Siswa Boarding School wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan. Bukan semata-semata untuk pembentukan perilaku (shapping behavior), melainkan untuk terciptanya budaya akademik everytime knowledge pada peserta didik yang selalu tergerak melakukan penjelajahan intelektual (intelectual journey) baik di sekolah maupun di asrama. Desain kegiatan disusun sedemikian rupa untuk maksud tersebut, termasuk fasilitas laboratorium mini dan ketersediaan internet di asrama. Selain kegiatan dalam lingkungan sekolah dan asrama, boarding school juga mengadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor class activity), sebagai upaya untuk menambah wawasan keilmuan siswa. Sasarannya agar siswa memiliki wawasan kelimuan yang lebih luas sebagai bekal untuk menghadapi persaingan di dunia yang semakin ketat. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang pernah diadakan adalah kunjungan ke Harian Solo Pos sebagai salah satu koran terkemuka di kota Solo. Siswa melalui kegiatan ini diharapkan memiliki wawasan tentang dunia jurnalistik. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang lain adalah kunjungan sejarah ke obyek-obyek wisata sejarah, yaitu kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran, dengan tujuan agar siswa Boarding School tidak melupakan sejarah bangsanya dan meninggalkan budaya bangsanya sendiri.
Sedangkan sebagai wahana pembentukan sikap dan karakter siswa, diadakan kegiatan kajian, diskusi tentang berbagai masalah yang aktual di masyarakat, melalui kegiatan Bahtsul Masail, dimana siswa mengorganize sendiri kegiatan dari pembicara, moderator dan peserta. Tema kajian selalu berganti sesuai dengan perkembangan apa yang sedang terjadi di masyarakat. Dalam kegiatan ini, siswa Boarding melatih diri untuk bisa memberikan kontribusi berupa pemikiran, gagasan mengenai permasalahan yang sedang aktual di masyarakat sehingga diharapkan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kritis dengan kondisi yang ada di sekitarnya yang pada akhirnya mampu membentuk karakter dan sikap siswa Boarding School.
Sejak pendiriannya tahun 2005, Boarding School MAN 1 Surakarta telah menghasilkan alumni yang banyak diterima di PTN antara laisimulasi spmbnUNNES, UIN Yogyakarta, UIN Malang, UNS, dll. Hal ini membuktikan Boarding School MAN 1 Surakarta mampu berbicara dalam persaingan memperebutkan kursi di PTN. Untuk siswa angkatan 2008/2009 ada beberapa siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi, baik melalui jalur PMDK maupun Ujian Masuk (UM).
Diposting oleh
dina & karina
di
04.18
0
komentar
Label: pendidikan
Info Technology-Science
Rabu, 03 Februari 2010
India Akan Tenggelam Dalam Lipatan Bumi?
WASHINGTON - Sebuah studi berbasis simulasi komputer memperkirakan India akan tenggelam ke dalam lipatan Bumi.
Para ilmuwan takjub mengetahui bahwa gunung Himalaya masih terus tumbuh, meskipun faktanya lempeng tektonik India telah terhempas ke lempeng Eurasia dari 50 juta tahun lalu.
Dilansir, Big News Networks, Senin (1/2/2010), Fabio Capitanio dari Monash University di Australia, berdasarkan model simulasi komputer, memperlihatkan dua lempengan masih bisa melakukan pembentukan dan masih akan terus tumbuh menjadi gunung tertinggi di dunia.
Perkiraan tersebut kemudian berkembang dengan anggapan bahwa wilayah India akan menurun dan perlahan tenggelam dalam lipatan Bumi, maka secara otomatis akan menarik keseluruhan benua untuk ikut tenggelam bersamanya.
Teori tersebut tidaklah terdengar aneh, karena semua teori mengenai proses geologis menyebutkan letusan gunung berapi akan memadati lautan. Saking padatnya, bagian yang terhimpit akan terlipat ke dalam dan menenggelamkan benua.
Namun situasi Himalaya sangatlah berbeda. Berdasarkan gambaran pada simulasi komputer, peristiwa ini diibaratkan seperti dua mobil yang bertabrakan dan salah satunya perlahan akan menghilang tenggelam ke dalam aspal.
Diposting oleh
dina & karina
di
02.44
0
komentar
Label: Info Techno-Science
Info Technology-Science
Ilmuwan Ciptakan Mesin Fotokopi Sel
LONDON - Dengan mencontoh mesin fotokopi di perkantoran, para ilmuwan kemudian menciptakan printer atau mesin cetak yang bisa menghasilkan kopi gambar sel biologis berukuran nanoscale atau sangat kecil.
Ilmuwan dari Illinois University yang mengembangkan mesin fotokopi sel ini menyebutkan, hasil cetak sel biologis bisa sangat membantu dalam membuat jaringan tubuh buatan.
"Dengan memodifikasi teknik, akan sangat mungkin memanipulasi sel biologis atau sel biomolekul seperti DNA," kata ketua tim studi John Rogers seperti dikutip dari New Scientist, Selasa (2/2/2010).
Printer jet electrohydrodynamic buatan mereka bekerja dengan menghasilkan tegangan listrik berbeda diantara mulut pipa metalik dan subtrat di bawahnya. Hasil dari tegangan elektrik menyebabkan muatan ion dalam tinta berkumpul dalam mulut pipa dan permukaannya terbentuk seperti bulan sabit.
Karena muatan ion saling menolak, permukaan bulan sabit kemudian akan berubah bentuk menjadi bentuk kerucut, menghasilkan ujung super tipis dimana tetesan kecil tinta paling kecil dikeluarkan.
Proses ini menghasilkan ketidakseimbangan dalam kuantitas ion negatif dan positif dalam tinta cetak. Namun anggota tim menyadari bahwa dengan mengganti muatan kutub tegangan, mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut serta bisa juga mencetak berbagai pola rumit muatan negatif atau positif ke dalam substrat. Pada intinya, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk membuat kopi sel biologis yang rumit dan sangat kecil.
Diposting oleh
dina & karina
di
02.28
0
komentar
Label: Info Techno-Science
Tips Trik Menghadapi Ujian Nasional
Succes UN 2010.. amien!! ![]()
Tips Trik Menghadapi Ujian Nasional 2010
1. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.
2. Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras
yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 6,50 atau 7,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.
3. Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.
4. Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).
5. Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita. Belajar kelompok bermanfaat untuk membahas, mendiskusikan materi pelajaran yang dianggap sulit. Melalui diskusi, kamu bisa saling tukar informasi, pendapat dan berbagai pengalaman. Anggota kelompok bisa 5 atau 7 orang sesuai dengan kebutuhan. Apabila materi pelajaran yang tidak dapat dipecahkan oleh kelompok, kamu dapat menanyakan langsung kepada guru bidang studi (mata pelajaran). (SUDAH BUKAN SAATNYA LAGI KALIAN UNTUK SANTAI-SANTAI DILAPANGAN BERMAIN , INGAT… MENYESAL ITU TIDAK PERNAH DATANG SEBELUM KEJADIAN….)
6. Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.
7. Belajar lebih giat
Menjelang Ujian Nasional, kamu harus belajar ekstra ketat. Hal ini mengingat materi pelajaran relatif lebih banyak, mulai materi pelajaran kelas I sampai dengan kelas III sekolah menengah. Di samping itu, tingkat kesulitan materi lebih tinggi dibanding dengan sebelumnya. Cara belajar yang bisa dilakukan oleh anda bisa dengan belajar mandiri atau belajar kelompok. Belajar mandiri, misalnya membaca materi pelajaran sesuai dengan jadwal belajar harian. Atau membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. Untuk mendapatkan gambaran bentuk dan materi yang keluar dalam Ujian Nasional, kamu dapat melihat soal-soal Ujian Nasional tahun yang lalu. Soal-soal tersebut berfungsi sebagai latihan mengerjakan atau menjawab soal-soal UAN yang akan datang.
8. Membuat peta kekuatan
Dalam hal ini kamu harus mempunyai gambaran yang jelas mengenai kondisi diri sendiri. Memahami kekuatan atau kemampuan dan kelemahan yang dimiliki. Dalam materi pelajaran apa anda mengalami kesulitan untuk memahaminya. Apabila ada pelajaran yang kurang, maka belajarnya harus lebih keras lagi. Selain itu, harus memperbaiki cara belajar yang dilakukan selama ini. Kamu harus mencari dan menemukan strategi belajar yang jitu, sehingga dapat belajar secara efektif dan efisien (berdaya guna dan berhasil guna). Tanpa adanya perubahan dan perbaikan cara atau kebiasaan belajar akan sulit untuk memahami materi palajaran.
9. Menjaga Kesehatan
Kesehatan merupakan modal utama untuk melakukan aktivitas, termasuk belajar. Untuk itu, kamu harusnya selalu menjaga kesehatan, sehingga pada saat Ujian Nasional dalam kondisi fit, segar, dan sehat. Jadi, walaupun materi pelajaran banyak yang harus dihafal dan dipelajari, jangan sampai mengabaikan/kurang memperhatikan kesehatan badan. Hendaknya cukup tidur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Tak lupa olah raga secara teratur.
10. Menghindari cara yang tercela
Ada beberapa hal yang mesti dihindari sebelum dan selama Ujian Nasional. Misalnya mencari bocoran soal ujian, mencontek, dan lain-lain. Perbuatan mencontek bisa meracuni diri sendiri, yaitu dapat menghambat perkembangan pribadi. Mencontek pada saat ujian dapat menimbulkan semacam ketergantungan kepada catatan atau orang lain. Akibatnya, rasa percaya diri kurang.
11. Menenangkan hati dan pikiran
Kesiapan dalam pemahaman materi pelajaran perlu didukung oleh ketenangan hati dan pikiran. Dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih, maka masa ujian akan dilalui dengan riang gembira dan bersemangat (antusias). Untuk itu, apabila memiliki masalah segeralah selesaikan dengan baik. Di samping itu, jangan banyak pikiran yang bukan-bukan, misalnya merasa khawatir tidak lulus ujian, bingung memilih jurusan di perguruan tinggi atau masa depan yang suram.
12. Pandai – pandailah memilih soal
Pada saat menghadapi soal, yang penting dilakukan adalah memperhatikan dengan cermat dan seksama, sehingga soal itu dapat dipahami dengan baik. Jangan sampai salah dalam menafsirkan maksud dari soal tersebut. Secara sepintas tandai lebih dahulu soal yang harus “diamankan dan diselamatkan” secara pasti. Untuk itu kamu jangan terpaku mengerjakan soal selalu berdasarkan urutan nomor soal, walaupun hal itu tidak salah. Pilih lebih dahulu mana saja soal yang dianggap mudah dan pasti dapat dikerjakan dengan baik dan benar.
13. Hati – hati dalam mengisi lembar jawaban
Ujian Nasional biasanya menggunakan lembar jawaban komputer. Sebelum mengisi jawaban, terlebih dahulu mengisi data pribadi. Misalnya nama, kelas, jurusan, mata pelajaran yang sedang diujikan dan lain-lain. Kekeliruan atau kelalaian dalam mengisi data pribadi tersebut bisa berakibat merugikan diri sendiri, karena lembar jawaban diperiksa melalui komputer. Untuk menghindari kekeliruan dalam mengisi data pribadi, maka cocokkan dengan kartu ujian yang ada di atas meja. Di samping itu, bawalah alat-alat tulis yang cukup, sehingga pada saat pelaksanaan ujian bisa bekerja dengan baik. Jadi, jangan sampai mengandalkan teman, dengan cara meminjam alat-alat tulis. Kemudian, sebelum lembar jawaban dikumpulkan hendaknya diperiksa kembali, kalau-kalau ada kekeliruan dalam mengisi.
14. Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2009 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.
15. Berdoalah pada Tuhan
Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Manusia tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Oleh karena itu, rajinlah berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil yang memuaskan. Doa yang positif melepaskan kekuatan yang dapat digunakan untuk mencapai hasil yang positif. Doa mengirimkan getaran dari satu orang ke orang lain dan kepada Tuhan. Mintalah kemampuan atau kekuatan untuk melakukan tindakan yang terbaik dan serahkan hasilnya dengan percaya kepada-Nya. Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.
Diposting oleh
dina & karina
di
18.00
0
komentar
Label: pendidikan
sejarah Man 1 surakarta
I. Sejarah MAN 1 Surakarta

Madrasah Aliyah negeri 1 Surakarta awal mulanya adalah bagian dari Madrasah Aliyah Al-Islam Surakarta di bawah Yayasan Al-Islam pada tahun lima puluh-an ( Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh-an -red ).
Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri, maka pemerintah meminta kepada Yayasan Al-Islam untuk mengangkat status madrasah tersebut dari swasta menjadi negeri.
Dengan adanya negosiasi dan telah dicapainya kesepakatan diantara kedua belah pihak, Yayasan Al-Islam merelakan sebagian siswa-siswinya dimasukkan ke Madrasah Aliyah Negeri. Penegerian Madrasah ini didasarkan surat keputusan menteri Agama RI No.180 Tahun 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) Surakarta. Yang lokasinya masih satu tempat dengan MA Al-Islam sehingga dalam satu lokasi terdapat tiga lembaga pendidikan :
- Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Al -Islam yang dikepalai oleh H.A. Ruslan, BA.
- Madrasah Aliyah Al-Islam yang dikepalai oleh K.A.Mustafa.
- Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) yang dikepalai KM. Ma’muri ( Kyai Muhammad Ma’muri ).
MAAIN satu lokasi dengan Al-Islam di Jl. Honggowongso 65. Surakarta, selama 10 tahun. Kemudian pindah ke Grobagan, Surakarta. Madrasah ini baru menempati lokasi sendiri pada tgl 10 Mei 1977, bertempat di Jl. Sumpah Pemuda.
Sejak tahun 1990 MAN 1 Surakarta dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus ( MAPK ) yang kemudian berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ). Hal ini berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama RI No. 138 tahun 1990.
Tahun 2001, dengan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) MAN 1 Surakarta membuka program Workshop yang menempati lokal 3 di Jl. Sumpah Pemuda No. 29. Workshop keterampilan yang dibuka adalah tata busana, maintenance & repair computer, dan kesekretarisan yang bertujuan memberi bekal vokasional bagi peserta didik yang tidak melanjutkan studi karena beban ekonomi keluarga.
Pada tahun 2006 MAN 1 Surakarta mengembangkan program pendidikannya dengan membuka Program Boarding School yakni program berasrama bagi peserta didik yang berkosentrasi pada pengembangan akademik tinggi untuk siap bersaing di berbagai even lomba akademis seperti olimpiade, karya ilmiah, penelitian dan sejenisnya serta mempersiapkan peserta didik siap bersaing kursi di perguruan tinggi ternama pada jurusan yang prospektif seperti UGM, IPB, ITS, UIN Jakarta, UIN Malang (jejaring kerjasama Depag) dan PTN lain seperti STAN, STPN, STT Telkom, UNS, UNDIP dll.
II. VISI, MISI DAN TUJUAN
Tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta globalisasai disegala sisi kehidupan yang massif, menjadikan madrasah merespon tantangan tersebut sekaligus menangkap sebagai peluang untuk memajukan anak didik agar mampu beradaptasi dalam perkembangan global, bersaing dalam dinamika masyarakat yang demokratis, berkeadilan dan mengedepankan law enforcement; dengan tetap mengedepankan cara-cara mencerahkan serta akhlakul karimah (bil hikmah wa mau’idlotil hasanah) dan selalu membawa nafas islami dalam segala aktivitas. Untuk itu MAN 1 Surakarta mengembangkan Visi dan Misi sebagai berikut :
VISI :
TERBENTUKNYA GENERASI YANG ISLAMI DAN BERPRESTASI
MISI :
- Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan Agama Islam
- Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
- Mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal sesuai dengan bakat dan minatnya melalui proses pendidikan.
- Melaksanakan bimbingan secara efektif pada siswa untuk melanjutkan pendidikan.
- Meningkatkan daya saing dan kemampuan siswa ke perguruan tinggi.
- Meningkatkan penguasaan keterampilan dan life skill
III. Tujuan Madrasah
Tujuan Madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Tujuan pengembangan ciri khas Agama Islam pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta adalah memberikan landasan Islami yang kokoh agar peserta didik memiliki kepribadian yang kuat dilandasi oleh nilai-nilai keislaman bagi perkembangan kehidupan selanjutnya.
A. Sarana Pendidikan
Dalam rangka menunjang keberhasilan pendidikannya, MAN 1 Surakarta berupaya secara bertahap untuk melengkapi sarana-prasarana pendidikannya. Hingga kini MAN 1 Surakarta telah memiliki ruang belajar yang representatif, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Asrama, Ruang Keterampilan, dan sarana penunjang lainnya.
Data Sarana Pendidikan MAN 1 Surakarta.
| No | Jenis | Lokal | Luas (m2) | |
| 1 | Ruang Kelas | 30 | 1.822 | |
| 2 | Ruang Ka Madrasah | 1 | 136 | |
| 3 | Ruang Kantor | 2 | 88 | |
| 4 | Ruang Guru | 2 | 144 | |
| 5 | Ruang Perpustakaan | 1 | 112 | |
| 6 | Ruang Laboratorium : - Lab. Bahasa - Lab Biologi - Lab Fisiska - Lab Kimia - Lab komputer |
2 1 1 1 2 |
117 80 80 80 144 | |
| 7 | Ruang Keterampilan - Ket. Komputer - Ket. Mr. Komputer - Ket. Tata Busana - Ket. Kesekretariatan |
1 1 1 1 |
56 265 280 263 | |
| 8 | Ruang Musholla | 1 | 35 | |
| 9 | Ruang Asrama | 6 | 1.496 |
Diposting oleh
dina & karina
di
01.34
0
komentar
Label: pendidikan
SELAMAT DATANG DI BOARDING SCHOOL MAN 1 SURAKARTA
Program Boarding School adalah jawaban atas kegelisahan masyarakat akan rendahnya daya saing lulusan madrasah aliyah dalam perebutan kursi di PTN umum ternama baik melalui jalur beasiswa maupun jalur tes. Program ini menekankan pendalaman materi-materi dasar keilmuan (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, bahasa Inggris dan Komputer), yang dalam prosesnya dipersiapkan khusus untuk menjuarai even-even olimpiade. Ruh keagamaan tetap dipertahankan dalam amaliah-amaliah dan sunnah asrama. Keseimbangan dalam kompetensi keagamaan dan keilmuan menjadi dasar pemikiran (paradigma) program ini, sehingga ke depannya peserta didik diharapkan memiliki kapabilitas yang memadai dalam menafsirkan ayat-ayat kauniyah bersinergi dengan wahyu-wahyu illahiah. Sehingga siap berperan sebagai intelektual muslim dalam kancah dakwah melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Labirin yang menyelimuti antara madrasah aliyah dengan prestasi akademik tinggi itu mulai terbuka dengan munculnya Program Boarding School. Adalah Jahja Umar, Ph.D (Dirjen Mapendais Depag Pusat, sebelumnya kolega Prof Noeng Muhadjir di Diknas Pusat) yang membuka portal tersebut melalui SK Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam RI Nomor : DJ.II/561.B/2005 tentang peningkatan mutu lulusan Madrasah Aliyah, sekaligus sebagai momentum berdirinya sembilan Program Boarding School di seluruh Indonesia antara lain di : Sumsel 1 buah, Sumut 1 buah, Kaltim 1 buah, Jabar 1 buah, Jateng 2 buah, Jatim 2 buah, Sulsel 1 buah, yang salah satunya adalah MAN 1 Surakarta. Bersamaan dengan itu ditandatangani MoU dengan PTN-PTN ternama (UI, IPB, ITB, UGM, ITS dan seluruh UIN di Indonesia) untuk mengakomodasi lulusan madrasah aliyah yang betul-betul qualified dan terseleksi secara fair untuk masuk ke jurusan-jurusan favorit dengan skema beasiswa akademik. Satu paket dengan MoU tersebut juga menyangkut kelanjutan studi para guru berupa beasiswa program S2 di PTN-PTN tersebut (saat ini guru Kimia MAN 1 Surakarta mendapat beasiswa S2 di ITS Surabaya atas nama Dra. Hj. Rukamtini).
Siswa Boarding School wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan. Bukan semata-semata untuk pembentukan perilaku (shapping behavior), melainkan untuk terciptanya budaya akademik everytime knowledge pada peserta didik yang selalu tergerak melakukan penjelajahan intelektual (intelectual journey) baik di sekolah maupun di asrama. Desain kegiatan disusun sedemikian rupa untuk maksud tersebut, termasuk fasilitas laboratorium mini dan ketersediaan internet di asrama. Gambaran aktivitas harian siswa Program Boarding School adalah sebagai berikut :
| No | Waktu | Kegiatan Pembelajaran | Keterangan |
| 1 | 04.45 – 05.00 | - Tilawatul Qur’an | Kelompok |
| 2 | 05.00 – 06.00 | - Pengembangan Kosa kata Arab & Inggris - Conversation Arab atau Inggris | Kelompok Kelompok |
| 3 | 07.00 – 13.30 | - KBM Pagi | Kurikuler terjadwal |
| 4 | 14.00 – 16.30 | - Tutorial Siang | Mafikib, TI dan Inggris |
| 5 | 18.15 – 19.15 | - Pengembangan Vocab - Khitobah - Kajian Keislaman | Klasikal Kelompok Klasikal |
| 6 | 20.00 – 22.00 | - Belajar mandiri / kelompok | Terbimbing |
Selain kegiatan dalam lingkungan sekolah dan asrama, boarding school juga mengadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor class activity), sebagai upaya untuk menambah wawasan keilmuan siswa. Sasarannya agar siswa memiliki wawasan kelimuan yang lebih luas sebagai bekal untuk menghadapi persaingan di dunia yang semakin ketat. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang pernah diadakan adalah kunjungan ke Harian Solo Pos sebagai salah satu koran terkemuka di kota Solo. Siswa melalui kegiatan ini diharapkan memiliki wawasan tentang dunia jurnalistik. Kegiatan pembelajaran di luar kelas yang lain adalah kunjungan ke PG. Tasikmadoe di Karanganyar, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang proses produksi gula.
Sedangkan sebagai wahana pembentukan sikap dan karakter siswa, diadakan kegiatan kajian, diskusi tentang berbagai masalah yang aktual di masyarakat, melalui kegiatan Bahtsul Masail, dimana siswa mengorganize sendiri kegiatan dari pembicara, moderator dan peserta. Tema kajian selalu berganti sesuai dengan perkembangan apa yang sedang terjadi di masyarakat. Dalam kegiatan ini, siswa Boarding melatih diri untuk bisa memberikan kontribusi berupa pemikiran, gagasan mengenai permasalahan yang sedang aktual di masyarakat sehingga diharapkan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kritis dengan kondisi yang ada di sekitarnya yang pada akhirnya mampu membentuk karakter dan sikap siswa Boarding School.
Diposting oleh
dina & karina
di
00.53
0
komentar
Label: pendidikan
ARTI dari sebuah WAKTU
Selasa, 19 Januari 2010
ingin tau seberapa tidak berartinya waktu? tanyakan pada pemalas, buat dia sejam, sehari, sebulan, mungkin setahun tidak ada bedanya buat dia, yang dia tau, waktu itu hanya komoditas yang mudah dicari, sehingga, santai saja…
ingin tau betapa berharganya satu jam? tanyakan kepada seorang siswa yang sedang ujian, buat dia sejam itu adalah hasil yang menentukan kerja kerasnya dalam satu semester, dan dia tidak akan menyia-nyiakannya…
ingin tau betapa berharganya satu detik? tanyakan kepada pencetak rekor sprint, buat dia satu detik mungkin bisa mempengaruhi karirnya dalam ber-olah raga, dan dia akan mempertahankan selisih hingga ukuran detik tersebut,
atau tanyakan kepada orang yang baru saja lolos dari kecelakaan maut, perbedaan satu detik dalam menyikapi pergerakan kendaraan mungkin bisa berarti sebuah kehidupan untuk dia. dan dia akan mensyukuri hidup tiap detiknya…
namun terkadang tiap detik dan menit itu akan sangat berharga setelah kita melakukan kesalahan yang mungkin itu bisa kita anggap fatal. penyesalan memang alat paling berharga untuk menunjukan betapa berharganya arti sebuah kesempatan, sebuah momentum dan sebuah detiknya. waktu itu aku sangat menyesal melakukan kesalahan yang mungkin kecil namun fatal buat aku, disebuah persimpangan jalan, malam itu, sempat berkata dalam hati:
“tuhan, kembalikan waktuku 5 menit yang lalu, harusnya aku berpamitan dulu dengan beliau, bukan langsung pulang begitu saja setelah mengantarkannya, seperti pria yang tidak bertanggung jawab saja.”
tapi waktu itu tidak akan pernah kembali, hanya tersadar betapa pentingnya waktu, momentum dan kesempatan yang tidak akan pernah kembali untuk kedua-kalinya itu
Diposting oleh
dina & karina
di
04.14
0
komentar
Label: Wisdom
"DI BALIK KISAH SEORANG PAPA"
Senin, 18 Januari 2010
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang: "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya",
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas: "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata:
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah: "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
--------------------
Diposting oleh
dina & karina
di
00.08
0
komentar
Label: Wisdom


